Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2014

Siapakah Yang Paling Baik Perbuatannya

Tafsir Al Qur'an:

~ Siapakah Yang Paling Baik Perbuatannya ~

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang paling baik perbuatannya. (QS Al-Kahfi: 7)

Tafsir:

Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia menjadikan segala sesuatu di atas muka bumi berupa makanan dan minuman yang lezat, tempat tinggal yang baik, pepohonan, sungai-sungai, lahan-lahan pertanian, buah-buahan, pemandangan yang indah, taman-taman yang asri, suara-suara yang merdu, emas, perak, kuda perang, unta, dll. Semua itu Allah ta’ala jadikan sebagai perhiasan, ujian, dan cobaan di kehidupan dunia ini, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang paling baik perbuatannya (maksudnya: yang paling ikhlas dan paling benar perbuatannya). Walaupun demikian Allah menjadikan semua ini fana dan akan sirna.

Allah subhanahu wata’ala tidak berfirman, “Siapakah yang paling banyak perbuatannya.” Dari sini kita memahami bahwa penilaian amal (perbuatan) itu bukan pada kuantitasnya (jumlahnya), tetapi pada kualitasnya (paling baik perbuatannya). Sungguh sangat rugi seseorang yang hanya sibuk untuk memperbanyak ibadahnya tanpa peduli dengan keikhlasan dan kesesuaian ibadahnya dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Maraji’: Tafsir Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, & As-Sa’di

Sabtu, 11 Oktober 2014

Berjihadlah Dengan Ringan atau Berat

Qoul Ulama Ahluts Tsughur:

~ Berjihadlah Dengan Ringan atau Berat ~

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Abu Thalhah radhiallahu ‘anhu membaca surah At-Taubah, lalu sampailah pada ayat ini:

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat dan berjihadlah kalian dengan harta dan diri kalian di jalan Allah. (At-Taubah: 41)

Abu Thalhah radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Aku melihat Rabb kita memerintahkan kita untuk berangkat berjihad dalam keadaan tua dan muda. Hai anak-anakku siapkanlah perbekalan untukku!’

Anak-anaknya menjawab, ‘Mudah-mudahan Allah merahmatimu. Sungguh engkau telah berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai beliau wafat, bersama Abu Bakar radhiallahu ‘anhu sampai beliau wafat, dan bersama Umar radhiallahu ‘anhu sampai beliau wafat. Biarkanlah kami yang menggantikanmu untuk berperang.’

Abu Thalhah radhiallahu ‘anhu menolak keinginan anak-anaknya. Beliau berangkat bersama pasukan jihad menyeberangi lautan dengan kapal, lalu wafat dalam perjalanan tsb. Mereka tidak menemukan pulau untuk menguburkan jenazahnya kecuali setelah berlalu 9 hari, namun jenazahnya tidak berubah. Akhirnya mereka menguburkan beliau di pulau tsb.”

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Jumat, 10 Oktober 2014

Anak Yatim Itu Bernama Muhammad

As Sirah An Nabawiyah:

"Anak Yatim Itu Bernama Muhammad"

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sbg seorg yatim lalu Dia melindungimu? (Adh-Dhuha: 6)

Muhammad saw tumbuh sbg seorg yatim yg ditinggal mati oleh ayahnya, Abdullah saat masih berusia 2 bln dlm kandungan. Sejak lahir beliau sdh tdk mengenal sosok wajah ayah yg tlh menjadi sbb lahirnya ke dunia. Saat menginjak usia 6 thn, Aminah, ibunya juga wafat dlm perjalanan ziarah ke makam ayahnya. Di usianya yg masih kecil beliau sdh merasakan pahitnya hidup tanpa kasih sayang ayah & ibu yg sangat dibutuhkan. Stlh itu beliau diasuh oleh kakek yg sangat mencintainya, Abdul Muththalib. Hanya selama 2 thn beliau merasakan hangatnya kasih sayang kakek krn di usianya yg ke-8 thn kakek pun wafat. Berikutnya beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, saudara Abdullah. Di bawah pengasuhannya beliau tumbuh menjadi sosok manusia dewasa yg dihiasi akhlak mulia.

Pahit getirnya hidup di masa kecil sbg anak yatim tlh menjadikannya sbg sosok yg mampu memaknai kehidupan. Beliau tumbuh menjadi sosok yg penuh kasih sayang thdp anak yatim, org2 miskin, atau org2 yg menderita siksa. Beliau banyak berlaku adil, berbuat baik, & memberikan kasih sayang kpd lapisan masyarakat ini. Pengalaman pahit tsb ternyata tlh mampu membentuk karakternya sbg org yg sangat peduli & mampu merasakan penderitaan org2 lemah & kurang beruntung.

Rasulullah saw bersabda menjelaskan ttg tanda kesempurnaan iman seseorg,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tdk sempurna iman seseorg dari kalian shg dia menyukai utk sdrnya apa saja yg dia sukai utk dirinya sendiri. (Bukhari no. 13)

Ya Allah janganlah Kau halangi kami utk meneladani Rasul yg Kau cintai ini.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Rabu, 01 Oktober 2014

Pelajaran Dari Perang Uhud

"Pelajaran Dari Perang Uhud"

Allah berfirman,

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Sungguh Allah tlh menepati janji-Nya kpd kalian, ketika kalian membunuh mrk dgn izinNya smp pd saat kalian lemah & berselisih dlm urusan itu & durhaka pd perintah (Rasul) stlh Allah perlihatkan kpd kalian apa yg kalian sukai. Diantara kalian ada yg menghendaki dunia & diantara kalian ada yg menghendaki akhirat. Lalu Allah memalingkan kalian dari mrk utk menguji kalian. Sunguh Allah tlh memaafkan kalian. Allah mempunyai karunia (yg dilimpahkan) atas org yg beriman. (QS Ali Imran: 152)

Tafsir:

1. Sungguh Allah selalu memenuhi janji-Nya kpd org2 mukmin dgn memberikan pertolongan utk mengalahkan org2 kafir.

2. Pertolongan Allah tdk turun & musuh mengalahkan kalian jika org2 mukmin:
a. ditimpa oleh kelemahan,
b. berselisih satu sama (tdk melaksanakan perintah utk bersatu & tdk berselisih),
c. bermaksiat pd perintah Allah & RasulNya,
d. tdk ikhlas dlm berjihad dgn menghendaki dunia yg mendorong maksiat pd perintah Allah & RasulNya.

3. Kekalahan org2 mukmin adl ujian dari Allah utk memperjelas antara mukmin & kafir, taat & maksiat.

4. Tujuan ujian utk menghapus dosa org2 mukmin yg tlh melakukan kesalahan dlm jihad.

5. Diantara karunia Allah pd org2 mukmin adl tdk menimpa takdir baik & buruk kec menjadi kebaikan utk mrk. Jika mrk mendapat nikmat lalu bersyukur maka Allah membalas mrk sebagai org2 yg bersyukur. Jika mrk ditimpa keburukan lalu bersabar maka Allah membalas mrk sebagai org2 yg sabar.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ