Jumat, 10 Oktober 2014

Anak Yatim Itu Bernama Muhammad

As Sirah An Nabawiyah:

"Anak Yatim Itu Bernama Muhammad"

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sbg seorg yatim lalu Dia melindungimu? (Adh-Dhuha: 6)

Muhammad saw tumbuh sbg seorg yatim yg ditinggal mati oleh ayahnya, Abdullah saat masih berusia 2 bln dlm kandungan. Sejak lahir beliau sdh tdk mengenal sosok wajah ayah yg tlh menjadi sbb lahirnya ke dunia. Saat menginjak usia 6 thn, Aminah, ibunya juga wafat dlm perjalanan ziarah ke makam ayahnya. Di usianya yg masih kecil beliau sdh merasakan pahitnya hidup tanpa kasih sayang ayah & ibu yg sangat dibutuhkan. Stlh itu beliau diasuh oleh kakek yg sangat mencintainya, Abdul Muththalib. Hanya selama 2 thn beliau merasakan hangatnya kasih sayang kakek krn di usianya yg ke-8 thn kakek pun wafat. Berikutnya beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, saudara Abdullah. Di bawah pengasuhannya beliau tumbuh menjadi sosok manusia dewasa yg dihiasi akhlak mulia.

Pahit getirnya hidup di masa kecil sbg anak yatim tlh menjadikannya sbg sosok yg mampu memaknai kehidupan. Beliau tumbuh menjadi sosok yg penuh kasih sayang thdp anak yatim, org2 miskin, atau org2 yg menderita siksa. Beliau banyak berlaku adil, berbuat baik, & memberikan kasih sayang kpd lapisan masyarakat ini. Pengalaman pahit tsb ternyata tlh mampu membentuk karakternya sbg org yg sangat peduli & mampu merasakan penderitaan org2 lemah & kurang beruntung.

Rasulullah saw bersabda menjelaskan ttg tanda kesempurnaan iman seseorg,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tdk sempurna iman seseorg dari kalian shg dia menyukai utk sdrnya apa saja yg dia sukai utk dirinya sendiri. (Bukhari no. 13)

Ya Allah janganlah Kau halangi kami utk meneladani Rasul yg Kau cintai ini.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Minggu, 05 Oktober 2014

Doa Ketika Mengenakan Pakaian

Doa - Doa:

~ Doa Ketika Mengenakan Pakaian ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَـيـْرِ حَوْلٍ مِنّيْ وَلاَ قُـوَّةٍ

Al hamdu li-l-lâhi l-ladhî kasânî hadhâ th-thawbawa razaqanîhi min ghayri hawlin minnî wa lâ quwwatin.

“Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripadaNya tanpa daya dan kekuatan dariku”

(Abu Daud 4023, Tirmidzi 3458, Ibnu Majah 3285, & dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Irwa' Al-Ghalil 7/47)

Marah Pada Diri Sendiri

Nasehat Para Sahabat Nabi:

~ Marah Pada Diri Sendiri ~

Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata, “Barangsiapa marah kepada dirinya tentang dzat Allah maka Allah akan jadikan dia aman dari murkaNya.” (Muqtathafat Min Mawa’izhish Shahabah)

Penjelasan:

Barangsiapa marah terhadap dirinya karena telah melanggar hak Allah dengan kemarahan yang mendorong dia menyesal dari kesalahan yang telah dilakukan kemudian memperbaiki diri dari kesalahan tersebut dan menggantinya dengan perbuatan-perbuatan baik maka pasti Allah akan menjadikan dia aman dari murkaNya.

Rasulullah saw bersabda, “Hak Allah atas hambaNya adalah mereka beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukan sesuatu denganNya.” (Bukhari 5967 & Muslim 30)

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenarnya. (QS. Ali Imran: 102)

Abdullah bin Mas’ud ra menjelaskan pengertian ayat di atas dengan berkata, “Allah ditaati dan tidak didurhakai, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri.” (Tafsir Ibnu Katsir dan berkata sanadnya shahih mauquf)

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Khutbah yang Menggetarkan Hati

Qoul Ulama Ahluts Tsughur:

"Khutbah yang Menggetarkan Hati"

Hai manusia, apa yang membuat kalian lupa pada dien kalian dan meninggalkan kemuliaan kalian. Kalian berdiam diri dari menolong Allah sehingga Dia tidak menolong kalian. Kalian mengira bahwa kemuliaan itu milik orang musyrik padahal Allah telah menjadikan kemuliaan itu milik Allah, RasulNya, dan orang-orang mukmin.

Duhai celakalah kalian! Apakah tidak menyakitkan hati kalian pemandangan musuh Allah dan musuh kalian yang menduduki wilayah kalian yang telah disirami dengan darah bapak kalian? Mereka menghinakan kalian dan menjadikan kalian sebagai budak padahal kalian adalah para pemimpin di dunia.

Apakah tidak menggoncangkan hati kalian dan membangkitkan semangat kalian pemandangan saudara-saudara kalian yang telah dikepung oleh musuh dan direndahkan martabat mereka?
Apakah kalian masih bisa makan, minum, dan menikmati kelezatan hidup sementara saudara-saudara kalian di sana bergelut dengan api dan tidur di atas bara?

Hai manusia, sungguh perang telah berkecamuk, para penyeru telah meneriakkan jihad, dan pintu-pintu langit telah dibuka. Jika kalian tidak menjadi kesatria perang maka lapangkanlah jalan untuk para wanita agar mereka berperang. Pergilah kalian lalu ambillah batu dan celak, hai para wanita, dengan bersurban dan berjenggot atau tidak! Pergilah kalian ke kumpulan kuda itu! Peganglah tali kekangnya dan lepaskanlah ikatannya!

(Potongan khutbah Ibnul Jauzi rahimahullah di masjid Umawi, Damaskus, Syam)

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Hikmah Di Balik Kemuliaan Nasab

As Sirah An Nabawiyah

"Hikmah Di Balik Kemuliaan Nasab"

Rasulullah saw terlahir dlm rumah yg termulia di masyarakat Arab. Beliau berasal dari Bani Hasyim, anak kabilah termulia. Dan Quraisy adl kabilah termulia, nasabnya terbersih, & kedudukannya tertinggi dlm bangsa Arab. Beliau bersabda, “Sungguh Allah tlh menciptakan makhlukNya & menjadikan aku terbaik diantara mrk, terbaik diantara kelompok mrk, & terbaik diantara dua kelompok (Arab & org2 asing). Lalu Dia memilih dari berbagai kabilah tsb & menjadikanku yg terbaik dari kabilah itu, lalu Dia memilih rumah2 & menjadikanku sebaik2 rumah mrk, maka akulah sebaik2 jiwa diantara mrk & sebaik2 rumah di antara mrk.” (Dha’if Tirmidzi no. 3607)

Krn kemuliaan nasab ini maka tdk didapati seorg pun yg mencela beliau kecuali mencela berdasarkan suatu kedustaan yg mrk buat2 thdp beliau. Nasab mulia & terpandang tlh menjadi modal yg Allah berikan kpd para Rasul sebagaimana kesaksian Heraclius ketika mengomentari Rasulullah berasal dari nasab yg paling mulia, “Demikianlah para Rasul itu diutus pd nasab yg paling mulia diantara kaumnya.” (Bukhari no. 7)

Benar, Islam tdk menilai perbuatan seseorg berdasarkan nasab, ttp tdk bisa dipungkiri bhw berkumpulnya nasab mulia & perbuatan mulia itu lebih meninggikan kedudukan & lebih menyelamatkan dari gangguan sebagaimana Rasulullah bersabda, “Org terbaik di antara kalian pd masa Jahiliyah adl terbaik pula di masa Islam jika mrk memahami Islam.” (Shahih Al-Jami’ no. 3267)

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Jumat, 03 Oktober 2014

Pengertian Akhlak Mulia

Materi Akhlaq:

"Pengertian Akhlak Mulia"

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang sesuatu yg paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab, “Takwa kpd Allah & akhlak yg mulia.” Beliau juga ditanya tentang sesuatu yg paling banyak memasukkan org ke dalam neraka, maka beliau menjawab, “Mulut & kemaluan.” (Shahih Tirmidzi no. 2004 dengan sanad hasan)

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah menjelaskan pengertian akhlak yg mulia dgn tiga hal: menahan gangguan, berbuat baik pd org lain, & wajah berseri-seri.

Saudaraku, inilah timbangan utk mengoreksi diri kita masing-masing, sudahkah diri kita dihiasi akhlak yg mulia ataukah belum? Mari kita tanyakan pd diri kita masing-masing dgn tiga pertanyaan:

1. Sudahkah kita menahan diri dari mengganggu org lain dgn lisan & perbuatan kita ataukah kita termasuk org yg dijauhi org lain krn selalu mengganggu dgn lisan & perbuatan?

2. Sudahkah kita ringan utk berbuat baik kpd org lain ataukah kita tdk peduli dgn org lain & selalu menunggu org lain berbuat baik kpd kita?

3. Sudahkah wajah kita dihiasi dgn senyuman ketika bertemu dgn org lain kemudian dilanjutkan dgn mengucapkan salam ataukah wajah kita selalu dihiasi dgn cemberut & berpaling muka dari org lain?

اللَّهُمَّ كَمَ حَسَّنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku maka baguskanlah akhlakku. (Shahih Al-Jami’ no. 1307)

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

Rabu, 01 Oktober 2014

Pelajaran Dari Perang Uhud

"Pelajaran Dari Perang Uhud"

Allah berfirman,

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Sungguh Allah tlh menepati janji-Nya kpd kalian, ketika kalian membunuh mrk dgn izinNya smp pd saat kalian lemah & berselisih dlm urusan itu & durhaka pd perintah (Rasul) stlh Allah perlihatkan kpd kalian apa yg kalian sukai. Diantara kalian ada yg menghendaki dunia & diantara kalian ada yg menghendaki akhirat. Lalu Allah memalingkan kalian dari mrk utk menguji kalian. Sunguh Allah tlh memaafkan kalian. Allah mempunyai karunia (yg dilimpahkan) atas org yg beriman. (QS Ali Imran: 152)

Tafsir:

1. Sungguh Allah selalu memenuhi janji-Nya kpd org2 mukmin dgn memberikan pertolongan utk mengalahkan org2 kafir.

2. Pertolongan Allah tdk turun & musuh mengalahkan kalian jika org2 mukmin:
a. ditimpa oleh kelemahan,
b. berselisih satu sama (tdk melaksanakan perintah utk bersatu & tdk berselisih),
c. bermaksiat pd perintah Allah & RasulNya,
d. tdk ikhlas dlm berjihad dgn menghendaki dunia yg mendorong maksiat pd perintah Allah & RasulNya.

3. Kekalahan org2 mukmin adl ujian dari Allah utk memperjelas antara mukmin & kafir, taat & maksiat.

4. Tujuan ujian utk menghapus dosa org2 mukmin yg tlh melakukan kesalahan dlm jihad.

5. Diantara karunia Allah pd org2 mukmin adl tdk menimpa takdir baik & buruk kec menjadi kebaikan utk mrk. Jika mrk mendapat nikmat lalu bersyukur maka Allah membalas mrk sebagai org2 yg bersyukur. Jika mrk ditimpa keburukan lalu bersabar maka Allah membalas mrk sebagai org2 yg sabar.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ